KENANGAN YANG KEMBALI

Masa itu kembali lagi kini. . .
Dalam mimpi mengkoyak kenangan yang terkunci. . .
Ronamu jelas tergambar kembali. . .
Yang kala itu temaniKu merangkai hari. . .

Mengapa?
Mengapa kini kembali?
Setelah tak mungkin terUlang lagi. . .
Setelah kuBisa mengubur dalam di hati. . .

Sakit,
Perih,
Sesal,
Hanya itu yg kurasa kini… . .

Hanya satu tekatku ku paku. . .
Jika nanti datang bidadari lagi. . .
Kan ku rengkuh erat di kalbu. . .
Dan tak kan ku lepas lagi terpatri janji.

TTM ( teman tapi muslihat )

hai teman…
Masih adakah dariMu yang nyata?
Atau hanya senyum fatamorgana yang kau beri?
Sedang di balik telingaku kau mencibir kesana kemari. . .

Hei teman…
Kenapa tak kau ludahi saja mukaku ini?
Kenapa tak kau tuturkan saja bila kau benci?
Biar semua jelas,
biar semua tuntas. . .

Hai teman…
Asal kau tau saja,
TopengMu tak bisa tutupi bangkaiMu,
Walau sejuta alibi kau beri,
Tetap saja ku tau dari bisik angin yang berhembus. . .

Hai teman…
Kau selalu bilang kalau kau teman,
Tapi polah tingkahmu mengisaratkan lawan. . .

Hei teman…
Dasar kau teman tapi muslihat.
Pergi saja kau!
Enyah saja kau!
Musnah saja kau!

HILANG ARAH

Dimana kiblat itu…
Dimana kejora itu…
Tak tampak kini…
Hingga aku hilang arah. . . . .

Tak setitik pun terang berpijar…
Tak setiup pun angin berhembus…
Tak tampak kini…
Hingga aku hilang arah. . .

Hilang sudah asa ini…
Hingga hidupku trasa tlah pergi,
Hingga nafasku seakan tak berarti…
Karena kini aku telah hilang arah. . .

Ya tuhan…
Tolong dirikanlah soko guru jiwaku yg telah rubuh,
Biar ragaku tak kosong kembali…
Biar hidupku berwarna kembali.. . ..
Biar kudapat melangkah lagi.

(Andy hilang arah)