Ballada lelaki yang luka

Lelaki yang luka
biarkan ia pergi, mama!
Akan disatukan dirinya
dengan angin gunung.
Sempoyongan tubuh kerbau
menyobek perut sepi.
Dan wajah para bunda
bagai bulan redup putih.

Ajal! Ajal!
Betapa pulas tidurnya
di relung pengap dalam!
Siapa akan diserunya?
Siapa leluhurnya?
Lelaki yang luka
melekat di punggung kuda.

Tiada sumur bagai lukanya.
Tiada dalam bagai pedihnya.
Dan asap belerang
menyapu kedua mata.
Betapa kan dikenalnya bulan?
Betapa kan bisa menyusu dari awan?
Lelaki yang luka
tiada tahu kata dan bunga.

Pergilah lelaki yang luka
tiada berarah, anak dari angin.
Tiada tahu siapa dirinya
didaki segala gunung tua.
Siapa kan beri akhir padanya?
Menapak kaki-kaki kuda
menapak atas dada-dada bunda.

Lelaki yang luka
biarkan ia pergi, mama!
Meratap di tempat-tempat sepi. Dan di dada:
betapa parahnya.

Iklan

5 responses to “Ballada lelaki yang luka

  1. Makasih mas atas kunjungan dan pujiannya…

    Yah artikel ini kan cuma jiplak buku aja, kalau yang murni karya saya jadinya amburadul gitu…

    Maklum lah saya bukan pujangga…
    Hehehe…

  2. Penjejak Dunia Maya

    Siapakah di sana…
    terbahak sendiri menunggu malam

    Siapakah di sana….
    bermimpi panjang tak berkesudahan
    tentang negeri yang gemah ripah loh jinawi nan tergerogoti korupsi
    tentang tangis anak Palestina ditingkahi salak moncong senapan zionis Yahudi
    tentang dunia maya yang datang pergi
    dan bercerita tentang tuan tanpa nama…

    Siapakah di sini…
    yang kusapa dalam akrab dan salam kenal
    dari penjejak asing dunia maya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s